/ /

Apa saja risiko trading kontrak berjangka perpetual?

Pelajari risiko utama memperdagangkan perpetual futures di Axi, termasuk leverage, likuidasi, perubahan funding rate, volatilitas pasar, tidak adanya kepemilikan atas aset dasar, dan ketersediaan platform.
Diperbarui 7 hari yang lalu

Kontrak berjangka perpetual adalah produk derivatif dengan leverage dan dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan. Risiko utamanya meliputi:

  • Leverage: Leverage memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian.

  • Likuidasi: Posisi dapat dilikuidasi jika margin yang tersedia tidak mencukupi untuk mempertahankan posisi tersebut.

  • Funding: Funding rate dapat berubah dan dapat mengakibatkan debit atau kredit selama Anda mempertahankan posisi.

  • Kondisi pasar: Spread, likuiditas, dan harga dapat berubah dengan cepat. Harga kontrak berjangka perpetual dapat berbeda dari harga referensi aset yang mendasarinya.

  • Volatilitas pasar: Harga dapat bergerak secara signifikan, termasuk di luar jam pasar reguler.

  • Tidak ada kepemilikan: Trading kontrak berjangka perpetual tidak memberikan Anda kepemilikan atau hak atas aset yang mendasarinya.

  • Instrumen sintetis dan Pra-IPO: Instrumen ini dapat mengalami pergerakan harga yang signifikan dan memiliki risiko tambahan yang spesifik terhadap produk.

  • Ketersediaan platform: Pemeliharaan, masalah teknis, atau gangguan layanan dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk membuka, menutup, atau mengelola posisi.

Sebelum trading, tinjau informasi produk yang berlaku, leverage, persyaratan margin, biaya, dan detail trade lainnya yang ditampilkan di platform. Pastikan Anda memahami risiko dan ketentuan produk sebelum melakukan trade.

Apakah artikel ini membantu?